CINTA
BERSEMI di SAKA BHAYANGKARA
“Lafi, nomor
tenda buat kita berapa? Teriak syarif
“mana gue
tau!” jawab Lafi.
“coba Tanya
yang lain!” suruh syarif
“yaudah
tunggu sebentar kak!” seru lafi .
Lafi pergi
menghampiri seorang Pembina perempuan yang ada disana . namanya adalah Kak
Winda.
“SIAP!!! Kak
maaf mau nanya nomor tenda dari sekolah Nuruzzahroh berapa?” Tanya lafi.
“Tadi kan
sudah dikasih tahu. Kenapa nanya lagi?!?” Jawab kak winda dengan galak.
“Oh iya kak.
Makasih ya..” jawab lafi dengan kesal dalam hati
Lafi kembali
menghampiri syarif yang sedari tadi menunggu di depan lapangan membuat tenda.
“syarifff!!!”
teriak lafi kesal
“Iya
kenapa?” jawab syarif
“nggak tahu
ah. Gue males kakak pembinanya aja ditanya nya galak banget!?!” lafi kesal
“Tadi sih
saya dengernya nomor 5” jawab syarif menegaskan
“yaudah itu
aja” jawab lafi mereda
Lalu tiba
tiba seorang Pembina bernama kak yugo datang menghampiri lafi dan teman teman
yang sedang mendirikan tenda. Kak yugo datang untuk mendata dan memilih teman –
teman dari masing masing sekolah untuk menjadi petugas upacara pembukaan .
“Misi
..disini ada yang bisa jadi pemandu paduan suara tidak ?” kata kak yugo
“lafi kak”
kata ina
“apaan sih
lu na..! gue nggak bisa..” jawab lafi menegaskan
“bisa juga
lu. Udah kak! Lafi bisa kok!” jawab ina memaksa
“yaudah oke.
Benar nih?” kak yugo memastikan
“ok kak.
Benar kok!” ina menjawab dengan pasti
Lalu upacara
pembukaan diklat saka bhayangkara pun dilaksanakan.
“aduh…bagaimana
ini . grogi banget soalnya udah lama nggak jadi petugas upacara. Formal banget
lagi.. pokoknya harus bisa..bismillah” seru lafi didalam hati
Upacara pun
dimulai dengan seksama sampai selesai . semua peserta upacara sangat kompak
dalam menyanyikan lagu Indonesia raya dan hymne pramuka. Lalu setelah pembukaan
berlangsung dengan memberi symbol tanda
peserta. Kegiatan pertama dimulai dengan
baris berbaris bersama kakak Pembina dari kepolisian polresta depok . dan
berbagai kegiatan lainnya berlangsung dengan menyenangkan . materi yang
disampaikan kakak Pembina juga sangat mendidik.
Hari pun berlalu dengan cepat.
Dimalam
terakhir diklat, diadakan acara upacara api unggun. Semua peserta diwajibkan
memakai baju batik. Dimalam itu lapangan penuh dikelilingi oleh para peserta
diklat dan ditengah tengah terdapat
tumpukan kayu yang diselubungi api api yang sangat membara.
Upacara api
ungun dimulai dengan kreasi seni yang ditampilkan per-Krida. Seperti yel-yel,
drama, puisi,tari,nyanyi dan lain lain. Menyenangkan sekali pada malam itu.
Semua peserta bersorak dengan meriah.
Setelah
acara kreasi seni . dilanjutkan dengan
renungan .
“ya
teman-teman dan kakak- kakak untuk memulai renungan ini marilah kita menundukan
kepala sejenak untuk berdoa agar semua berjalan dengan lancar. Berdoa dimulai”
kak aang memulai acara.Sebelum renungan malam dimulai, semua peserta
diperintahkan untuk memejamkan mata dan menggenggam telapak tangan seerat-
eratnya bersama – sama satu sama lain. Alunan musik dan iringan kata kata yang
menyentuh hati.
Tiba tiba
lafi pingsan karena menangis dan
mengingat kedua orang tua nya.
“Lafi..lafi..
bantuin lafi.. angkat .. angkat … gotong…gotong” teman teman berteriak
Setelah itu
kak yugo dengan sigap menggotong tanpa ada yang membantunya.
Selang
beberapa menit kemudian . lafi pun tersadar . lalu lafi melihat sesosok pria
gagah dan berwibawa didepan mata.
“Lafi ya?”
Tanya kak yugo
Lafi hanya
terdiam melihat kak yugo. Lafi masih lemas akibat pingsan tadi.
“Lafi
kenapa? Besok kan upacara penutupan? Kamu jadi pemandu suara lagi?” Tanya kak
yugo merayu
Lafi hanya
bisa tersenyum lemas.
“Lafi? Tau
nggak? Kamu itu cewek pertama yang bikin celana PDL saya robek” Kak yugo
berkata sambil (tertawa terbahak – bahak)
Dan lafi pun
hanya tersenyum mendengar pernyataan kak yugo .
gkgkgkkgkkkkk laffi ratu galauuuuuuu
BalasHapus