Selasa, 04 Maret 2014

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat 2


CINTA BERSEMI di SAKA BHAYANGKARA

 Pada hari jum’at tanggal 31 januari – 2 februari 2014 saya mengikuti  diklat saka bhayangkara dari ekstrakulikuler pramuka disekolah . awal kegiatan Diklat saka bhayangkara pun dimulai dengan membuat tenda.
“Lafi, nomor tenda buat kita berapa?  Teriak syarif
“mana gue tau!” jawab Lafi.
“coba Tanya yang lain!” suruh syarif
“yaudah tunggu sebentar kak!” seru lafi .
Lafi pergi menghampiri seorang Pembina perempuan yang ada disana . namanya adalah Kak Winda.
“SIAP!!! Kak maaf mau nanya nomor tenda dari sekolah Nuruzzahroh berapa?” Tanya lafi.
“Tadi kan sudah dikasih tahu. Kenapa nanya lagi?!?” Jawab kak winda dengan galak.
“Oh iya kak. Makasih ya..” jawab lafi dengan kesal dalam hati
Lafi kembali menghampiri syarif yang sedari tadi menunggu di depan lapangan membuat tenda.
“syarifff!!!” teriak lafi kesal
“Iya kenapa?” jawab syarif
“nggak tahu ah. Gue males kakak pembinanya aja ditanya nya galak banget!?!” lafi kesal
“Tadi sih saya dengernya nomor 5” jawab syarif menegaskan
“yaudah itu aja” jawab lafi mereda
Lalu tiba tiba seorang Pembina bernama kak yugo datang menghampiri lafi dan teman teman yang sedang mendirikan tenda. Kak yugo datang untuk mendata dan memilih teman – teman dari masing masing sekolah untuk menjadi petugas upacara pembukaan .
“Misi ..disini ada yang bisa jadi pemandu paduan suara tidak ?” kata kak yugo
“lafi kak” kata ina
“apaan sih lu na..! gue nggak bisa..” jawab lafi menegaskan
“bisa juga lu. Udah kak! Lafi bisa kok!” jawab ina memaksa
“yaudah oke. Benar nih?” kak yugo memastikan
“ok kak. Benar kok!” ina menjawab dengan pasti
Lalu upacara pembukaan diklat saka bhayangkara pun dilaksanakan.
“aduh…bagaimana ini . grogi banget soalnya udah lama nggak jadi petugas upacara. Formal banget lagi.. pokoknya harus bisa..bismillah” seru lafi didalam hati
Upacara pun dimulai dengan seksama sampai selesai . semua peserta upacara sangat kompak dalam menyanyikan lagu Indonesia raya dan hymne pramuka. Lalu setelah pembukaan berlangsung dengan memberi  symbol tanda peserta.  Kegiatan pertama dimulai dengan baris berbaris bersama kakak Pembina dari kepolisian polresta depok . dan berbagai kegiatan lainnya berlangsung dengan menyenangkan . materi yang disampaikan kakak Pembina juga sangat mendidik.  Hari pun berlalu dengan cepat. 
Dimalam terakhir diklat, diadakan acara upacara api unggun. Semua peserta diwajibkan memakai baju batik. Dimalam itu lapangan penuh dikelilingi oleh para peserta diklat dan  ditengah tengah terdapat tumpukan kayu yang diselubungi api api yang sangat membara.
Upacara api ungun dimulai dengan kreasi seni yang ditampilkan per-Krida. Seperti yel-yel, drama, puisi,tari,nyanyi dan lain lain. Menyenangkan sekali pada malam itu. Semua peserta bersorak dengan meriah. 
Setelah acara kreasi seni . dilanjutkan dengan  renungan .
“ya teman-teman dan kakak- kakak untuk memulai renungan ini marilah kita menundukan kepala sejenak untuk berdoa agar semua berjalan dengan lancar. Berdoa dimulai” kak aang memulai acara.Sebelum renungan malam dimulai, semua peserta diperintahkan untuk memejamkan mata dan menggenggam telapak tangan seerat- eratnya bersama – sama satu sama lain. Alunan musik dan iringan kata kata yang menyentuh hati.
Tiba tiba lafi pingsan karena  menangis dan mengingat kedua orang tua nya.
“Lafi..lafi.. bantuin lafi.. angkat .. angkat … gotong…gotong” teman teman berteriak
Setelah itu kak yugo dengan sigap menggotong tanpa ada yang membantunya.
Selang beberapa menit kemudian . lafi pun tersadar . lalu lafi melihat sesosok pria gagah dan berwibawa didepan mata.
“Lafi ya?” Tanya kak yugo
Lafi hanya terdiam melihat kak yugo. Lafi masih lemas akibat pingsan tadi.
“Lafi kenapa? Besok kan upacara penutupan? Kamu jadi pemandu suara lagi?” Tanya kak yugo merayu
Lafi hanya bisa tersenyum lemas.
“Lafi? Tau nggak? Kamu itu cewek pertama yang bikin celana PDL saya robek” Kak yugo berkata sambil (tertawa terbahak – bahak)
Dan lafi pun hanya tersenyum mendengar pernyataan kak yugo .

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat


 Sepak Bola Vs Matematika

http://ianagustiawan.files.wordpress.com/2012/03/2431378_bola_8_extra_joss.jpg          VS  http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTa6eFz59ddpoli9tFCqoGcyJWy6fvOSOlV3Ax-87L7ggwF7vDy7Q 


“Bola ini bapak sita!” Kata Pak Abdul
“Mengapa pak?!” Seru Zhalas sengit.
“Karena nilai matematika kamu jelek!” Jawab pak Abdul.
“Bapak tidak adil! Apa hubungannya main bola dengan nilai matematika jelek?!” Pinta Zhalas.
“Mungkin memang tidak adil. Begini saja, Bapak Punya syarat. Kalau kamu bisa mencetak satu gol, bolamu boleh dibawa pulang. Sebaliknya, kalau tidak bisa, bola ini bapak sita, dan kamu harus ikut latihan tambahan matematika sepulang sekolah” Kata pak Abdul.
“Boleh,pak!” sahut Zhalas tak mau kalah.
“Kesempatannya hanya tiga kali” Kata pak Abdul. Ia memilih salah satu gawang dan bersiap. Zhalas mengambil ancang-ancang , dan duesssss!!! Di tendang bola sekuat-kuatnya. Ayo,masuk….namun…Hopp!! dengan tangkas pak abdul menangkap bola.
“satu gagal!” seru pak abdul penuh kemenangan .
“Huh,menyebalkan! Aku tak boleh gagal lagi”. Gerutu Zhalas
Duessss! Bola melesat kuat dan duengggg… menabrak pinggir gawang hingga terpental jauh.
“dua kali gagal!” Seru pak abdul.
Dengan marah ditendang bola ketiga, namun lagi lagi gagal. Zhalas kalah…
“tepati  janjimu. Seorang anak laki laki tidak boleh ingkar janji!” kata pak Abdul  tersenyum puas.
Zhalas membanting kakinya dengan kesal. Apa boleh buat,Terpaksa Zhalas harus mengikuti pelajaran tambahan matematika yang dibenci. Sejak dahulu nilai matematikanya selalu pas-pasan .
“sudah selesai,nak?” Tanya pak Abdul sambil melihat buku latihan zhalas. Ia menggeleng – gelengkan kepala karena jawaban zhalas masih salah.
“Kamu masih tidak mengerti prinsip rumus keliling, ya?” Tanya pak abdul . Ia kemudian bergegas mengambil meteran. “sekarang coba ukur keliling kotak pensil ini” Kata pak abdul sambil memberika kotak pensil kayu segi empat.  Zhalas mengambil penggaris dan mengukurnya. Panjangnya 25cm dan lebarnya 10cm. Totalnya adalah 70cm.
“Bagus. Sekarang coba gunakan rumus keliling segi empat” Kata Pak Abdul. Lalu Zhalas menambahkan panjang dan lebar,lalu dikalikan dua. Ternyata hasilnya sama dengan jawaban Zhalas yang tadi.
“Nah, kalo dicoba bisa kan? Kamu sebenarnya pintar, Zhalas. Berusaha lagi, ya” Kata Pak Abdul tersenyum puas, sambil menepuk – nepuk pundak Zhalas. Zhalas tertegun. Selama ini belum ada pernah ada orang yang mengatakan zhalas pintar, apalagi untuk matematika…
“Hei, melamun! Apa yang kamu lihat diluar jendela” Tegur Pak Abdul.
Zhalas memalingkan wajahnya dan menunduk.
“Coba lihat, Hasil latihanmu” Kata Pak Abdul sambil mengambil buku latihan.
“Ada empat nomor yang salah. Kemajuanmu bagus. Kalau kamu berhasil membetulkan semua nomor yang salah, bapak akan mengajarkanmu latihan khusus sepak bola. Gini – gini , Bapak striker yang hebat, semasa sekolah dulu” Kata pak Abdul, seolah bisa membaca pikiran Zhalas.
“Janji ya, pak!” Seru zhalas senang. Zhalas jadi bersemangat!
“Sudah selesai,pak!” Kata Zhalas dengan yakin. Pak Abdul memeriksa hasil kerja matematika Zhalas.
“Hebat,betul semua. Kalau begitu sore ini kita latihan sepak bola” Katanya puas.
Sejak saat itu , zhalas jadi semakin bersemangat mengerjakan tugas –tugas  matematika, karena sesudahnya ia pasti diajak bermain bola oleh pak Abdul . Matematika kini bagi zhalas seperti sepak bola.
“Nilai ulangan minggu lalu akan bapak bagikan. Kali ini hanya satu orang yang men dapat nilai sepuluh. Oeang itu adalah…..Zhalas” kata pak Abdul. Semua anak langsung menoleh kea rah Zhalas. Pak Abdul sambil bertepuk tangan.
Suatu hari pak Abdul memanggil Zhalas. “ada lomba matematika . Kamu salah satu wakilnya” Kata pak Abdul.
“Hah?Tapi ,pak….”Kata Zhalas ragu – ragu.
“Kamu pasti bisa. Bapak yakin” Kata pak Abdul menyemangati.
Akhirnya Zhalas pun setuju. Babak – babak kualifikasi dilalui. Tahu-tahu Zhalas sudah sampai final bersama satu teman sebangkunya . Babak final pun berhasil dilewati dengan baik. Saatnya pengumuman dibacakan,
“Juara dua diraih oleh  Winda dari kelas 11A, dan terakhir juara pertama oleh Zhalas dari kelas 11B” kata perwakilan juri.
“Aku menang?Masa,sih?Tapi….Benar…Aku menang!”
Disekolah semua teman dan guru –guru menyalami Zhalas termasuk pak Abdul.
“Oh,ya. pulang sekolah, kamu mampir ke meja saya” kata pak Abdul.
Lalu Zhalas datang menemuinya.
“Ah, kamu sudah datang nak” sapanya tersenyum.
“ini, bola ini sudah waktunya dikembalikan. Rasanya kamu sudah tidak perlu lagi ikut les tambahan matematika. Satu hal lagi, sekolah kita akan ikut lomba sepak bola mini sekota depok. Saya akan menjadi pelatih tim yang bertanding. Kamu ikut,ya?” pinta pak Abdul.
“Yang benar,pak?” Seru Zhalas tak percaya
“iya benar. Setelah ini mungkin sekolah akan mempertimbangkan peresmian klub sepak bola di sekolah kita.” Kata pak Abdul.
WOW! Bukan main! Kemarin  jadi pemenang lomba matematika, sekarang lomba sepak bola!